Tampilkan postingan dengan label wisata jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata jogja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

WISATA JOGJA-SUNSET DI CANDI IJO




       Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 425 meter di atas permukaan laut. Candi ini dinamakan "Ijo" karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo.Jadi jangan mengira bahwa warna Candi ini hijau ya.
       Sebutan ijo ialah  berarti hijau yang pertama kalinya ada dalam prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi.  Disebutkan bahwa dalam prasasti tersebut bahwa ada seseorang yang berasal dari desa ijo yang menghadiri upacara keagamaan. Bhunmyinya ahíla seba gai berikut: “Anak wanua i Luang hijo i “

       Candi ini diperuntukan untuk memuja Dewa Syiwa karena didalam candi ini terdapat lingga dan yoni sebagai symbol Dewa Syiwa.Lingga dan yoni merupakan symbol dari sifat laki-laki dan perempuan.
       Jadi kalau anda berwisata ke Jogja dan ingin menikmati candi dengan cara yang berbeda anda bisa mencoba untuk mengunjungi Candi Ijo ini. Karena selain bisa menikmati keindahan ukiran candi ini anda  juga bisa melihat pemandangan kota jogja dari atas bukit dengan suasana yang berangin.
       Untuk menikmati keindahan Candi Ijo anda harus menempuh perjalanan yang menanjak keatas bukit. Selama perjalanan anda akan melewati tempat wisata tebing breksit jogja. Jadi anda bisa menikmati keindahan tebing breksit dulu kemudian anda bisa melanjutkan perjalanan ke candi ijo.

       Candi Ijo ini menjadi salah satu tempat favorit bagi pencari sunset. Karena jika cuaca sedang cerah anda bisa menikmati sunset yang sangat bagus tidak kalah dengan sunset yang ada di Candi Ratu Boko.
       Jadi kalau ke candi ijo jangan lupa menyiapkan kamera yang bagus dan perlengkapan lainnya agar bisa mendapatkan gambar yang bagus untuk di posting di media social anda. Selamat mencoba berwisata ke Candi ijo dan sekitarnya.

WISATA JOGJA- MITOS ISTANA AIR TAMAN SARI KERATON JOGJAKARTA

WISATA JOGJA- INFORMASI BAGIAN TAMAN SARI KERATON JOGJAKARTA
       Taman sari dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I – Sri Sultan Hamnegkubuwono III. Taman sari sempat di renovasi akibat gempa dahsyat yang mengguncang jogja pada tanggal 10 Juni 1867.
       Water castle atau pulo kenongo merupakan pulau buatan yang berada di tengah-tengah segaran atau danau buatan. Sesuai dengan namanya tempat ini ditumbuhi pohon kenanga. Dari jauh Taman sari ini seperti bangunan yang mengambang diatas air maka taman ini mendapat julukan sebagai Water Castle.
       Ada sebuah masjid bawah tanah di water castle ini, masjid ini bentuknya bertingkat karena bagian atas untuk jamah laki-laki dan bagian bawah untuk jamaah perempuan. Disinilah muncul mitos bahwa dari masjid bawah tanah ini tembus dengan parangtritis.
       Mitos bahwa di Water castle ini bisa tembus dengan pantai selatan parangtritis merupakan salah persepsi atau salah tangkap bahasa. Pada dulunya dimasjid ada sebuah ruangan yang tembus ke Selatan danau buatan atau segaran bukan ke pantai selatan.

       Dimana pada jaman dahulu masyarakat menggunakan Bahasa jawa yaitu agar mengambil air wudlu ke “kidul segaran” atau dalam Bahasa Indonesia selatan segaran atau dana buatan, bukan “segoro kidul” atau dalam Bahasa Indonesia artinya pantai selatan. Salah penagkapan Bahasa ini yang menyebabkan munculnya mitos tersebut.
       Semua pintu di objek wisata taman sari ini bentuknya pendek bukan berarti bahwa pada zaman dahulu orang keraton tubuhnya pendek. Ini merupakan peninggalan dari kerajaan mataram islam yang arti dari pendek sendiri bahwa kita meundukkan kepala. Ketika kita meundukkan kepala ke bawah maka mata kita akan melihat ke tanah yang artinya agar mengingatkan kita bahwa kita akan kembali ke tanah.
       Kolam renang di water castle berfungsi sebagai tempat pemandian selir raja. Pada zaman dahulu raja memilih selir untuk menemani mandi dengan cara melempar bunga dari gapura paling tinggi ke kolam. Maksud dari melempar bunga ini adalah raja memilih selir dengan cara keadilan dengan tidak turun langsung menyentuh selir. Barang siapa selir yang medapat lemparan bunga, maka selir itu yang menemani raja mandi.

       Pesarean (ruang meditasi) merupakan tempat meditasi sultan agar bisa berinteraksi dengan Nyi Roro kidul. Dimana sosok Nyi Roro Kidul ini dianggap jin baik yang membantu berdirinya isatana taman sari ini.
      

       

Rabu, 08 Februari 2017

WISATA JOGJA- TAMAN SARI KERATON JOGJAKARTA-WATER CASTLE JOGJA


Taman Sari merupakan bekas taman Keraton Yogyakarta yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai dengan Sri Sultan Hamengku Buwono III . Taman Sari dulu memiliki luas 10 hektar lengkap dengan gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan dan lorong bawah air.
Taman Sari memiliki gaya arsitektur perpaduan antara gaya arsitektur Jawa dan Portugis. Taman Sari terbagi menjadi 4 bagian:
1.  Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat.
2.  Bagian kedua adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun.
3.  Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua.
4.  Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Ketika anda memasuki Taman Sari anda akan disambut oleh gapura dengan ukiran-ukiran cantik yang menjadi pintu masuk di Taman Sari. Pintu selanjutnya  Anda akan menemukan dua kolam berair. Pada zaman dahulu kolam ini berfungsisebagai pemandian para putri dan selir-selir raja. Hiasan air mancur yang berbentuk kepala naga dan pot-pot bunga disekelilingnya menambah apik interior di Taman Sari.

Lokasi Taman Sari Yogyakarta berada tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Hanya 1 km dekat dengan alun-alun Selatan Yogyakarta. Jika anda dari Jalan Malioboro, maka Anda cukup berkendara menuju ke Selatan ke arah Keraton Yogyakarta atau Alun-alun utara Jogja, kemudian ambil jalan yang berada di sebelah barat Alun-alun hingga Anda menemukan perempatan pertama lalu belok kiri dan ikuti terus jalan tersebut. Akan lebih mudah lagi jika Anda memarkir kendaraan di area parkir keraton yang berada di sebelah timur Alun-alun lalu menggunakan jasa becak dengan tarif Rp.10.000,- sembari menikmati bangunan tua seperti Benteng yang bisa Anda jumpai dalam perjalanan menuju Taman Sari.
Taman sari buka setiap hari pukul 08.00-14.00wib. Harga tiket masuk untuk wisatawan local adalah 3.000 untuk wisatawan mancanegara 7.000.